Senin, 07 Mei 2012

TINGKAH LAKU BELAJAR


S
etiap orang memiliki cara belajar  yang lama kelamaan menjadi kebiasaan belajar dan melembaga  menjadi budaya belajar. Dari hasil identifikasi terhadap 40 siswa dalam satu rombongan belajar pada sebuah  sekolah menengah atas, menunjukkan adanya keragaman kebiasan belajar yang dilakukan siswa setelah mereka selesai mengikuti belajar di kelas bersama guru. Kebanyakan siswa menyatakan bahwa belajar  sering dilakukan sambil mendengarkan musik; dalam jumlah yang hampir sama menyatakan bahwa belajar  dilakukan dalam kondisi dan situasi yang tenang serta tidak berisik; sebagian lagi menyebutkan bahwa belajar  dilakukan  sambil makan makanan kecil; dan sebagian kecil lagi menyebutkan belajar  dilakukan bersama teman untuk melalui belajar bersama. 

Kondisi yang hampir sama terjadi pada saat mereka memahami isi bahan belajar. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa: kebanyakan siswa belajar dengan cara menghapal isi bahan belajar di luar kepala (rote learning); sebagian lagi dengan cara membuat ringkasan inti sari atau pointers  dari keseluruhan bahan belajar; sebagian menyatakan dengan cara mengulang-ulang membaca keseluruhan isi bahan belajar; sebagian lagi menyatakan dengan cara mendiskusikan bahan belajar yang dipelajari bersama teman belajar; dan terdapat siswa yang hanya membaca bagian-bagian tertentu dari keseluruhan bahan belajar yang dipelajarinya.
Dalam kaitannya dengan  usaha untuk memperkuat pemahaman terhadap  isi bahan belajar dinyatakan oleh sebagian besar siswa yang tidak pernah mendiskusikan atau menanyakan lagi  kepada guru, teman atau keluarga di rumah; dan sebagian kecil yang mencatat bagian-bagian yang sulit dipahami lalu  menanyakannya kepada teman lain atau kepada guru. Kebanyak siswa  menyatakan bahwa belajar dengan cara  menyelesaikan latihan untuk bagian-bagian tertentu, lebih banyak dipilih dibanding dengan membaca keseluruhan bahan belajar.
Dalam kaitannya dengan waktu belajar yang paling tepat dipilih untuk melangsukan kegiatan belajar dinyatakan oleh sebagian besar siswa  pada saat akan  mengikuti tes, atau pada saat menyelesaikan  tugas latihan Lembar Kerja Siswa (LKS);  dan sedikit sekali yang menyatakan kegiatan belajar berlangsung secara rutin setelah dipelajari di kelas. Waktu yang paling tepat dilakukan untuk melangsungkan kegiatan belajar kebanyakan dipilih pada saat malam hari, dan sedikit sekali yang menyatakan pagi hari; di samping itu terdapat  siswa yang menyatakan kapan saja setiap ada kesempatan untuk belajar.
Kegiatan belajar yang biasa dilakukan oleh mereka kebanyakan didasarkan atas anjuran dari orang tua, dan sedikit sekali yang menyatakan bahwa belajar  murni dari keinginan diri sendiri. Mereka menyatakan bahwa adakalanya kegiatan belajar tidak berlangsung akibat dari adanya keinginan untuk main, atau diajak main oleh teman. 
Gambaran tingkah laku belajar di atas dimungkinkan berbeda manakala diulang lagi ditanyakan kepada siswa-siswa tersebut, atau ditanyakan kepada siswa-siswa lain pada rombongan belajar yang berbeda. Karena tingkah laku belajar pada diri seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada dalam diri atau lingkungannya. Perbedaan faktor yang mempengaruhi memiliki akibat adanya kecenderungan melahirkan gejala tingkah laku belajar yang berragam.
Respon dari setiap pihak terhadap gambaran tingkah laku belajar siswa di atas akan menghasilkan tanggapan yang berragam. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi gejala tingkah laku siswa tersebut adalah guru, orang tua, ahli pendidikan, dan masyakat yang memiliki fokus perhatian terhadap pendidikan. Namun pada hakekatnya bahwa gejala tingkah laku belajar di atas sangat bermanfaat untuk guru dalam merancang, melaksanakan, mereviu, dan memperbaiki penyelenggaraan pembelajaran yang dikelolanya, sehingga dapat membelajarkan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang maksimal. Walaupun tingkah laku belajar tersebut baru satu aspek dari komponen  pada sistem pembelajaran, masih terdapat komponen-komponen sistem pembelajaran lainnya yang tidak kalah pentingnya di banding tingkah laku belajar tersebut, seperti kondisi aspek-aspek pada instrumental input, environmental input, learning process dan output perolehan hasil belajar.
Gambaran kondisi tingkah laku belajar ini pun sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan kajian para ahli pendidikan, sehingga dapat dianalisis berdasarkan teori belajar yang ada dan dicarikan solusi  bahan masukan kepada guru yang mengelola kegiatan belajar. Bagi orang tua siswa, gambaran kecenderungan tingkah laku belajar putra/putrinya tersebut sebagai informasi yang sangat bermanfaat untuk membantu  memperkuat kegiatan belajar putra/putrinya.